Wabah Virus Corona, Pesanan 600 Kamar Hotel di Buleleng Dibatalkan
hotel in kuta bali,kuta beach,bali,hotel,resort kuta,hotel cheep price in kuta bali,restaurant in kuta bali,good restaurant,breakfast in kuta bali,dinner in kuta bali,lunch in kuta bali,snorkeling in bali,cooking class,bali beach,hotel the flora,flora kuta bali,flora hotel,flora bali,flora hotel in bali,hotel the flora kuta bali,
16752
post-template-default,single,single-post,postid-16752,single-format-standard,bridge-core-1.0.6,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-18.2,qode-theme-bridge,disabled_footer_top,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-6.0.5,vc_responsive

Wabah Virus Corona, Pesanan 600 Kamar Hotel di Buleleng Dibatalkan

Wabah Virus Corona, Pesanan 600 Kamar Hotel di Buleleng Dibatalkan

Wabah virus corona cukup berdampak terhadap bisnis perhotelan yang ada di Buleleng, Bali.

Pada Februari 2020 ini, tercatat sebanyak 600 kamar hotel yang sebelumnya telah dipesan, terpaksa dibatalkan oleh para wisatawan.

Ketua PHRI Buleleng, Dewa Ketut Suardipa saat ditemui di Taman Kota Singaraja, Buleleng, Bali, Minggu (23/2/2020) mengatakan, jumlah wisatawan asal China yang berkunjung ke Buleleng setiap tahunnya sekitar 20 persen.

Sementara sisanya paling banyak adalah Eropa dan Australia.

Sehingga dengan mewabahnya virus corona ini, pembatalan pesanan kamar hotel kebanyakan dilakukan wisatawan Eropa.

Hal ini sebut Suardipa terjadi karena wisatawan Eropa juga ikut merasa takut dengan adanya wabah virus corona ini.

“Mudah-mudahan Mei ini high season. Buleleng memang tidak majority (mayoritas) pasar China. Namun dampaknya juga cukup dirasakan. Karena wisatawan dari negara lain juga merasa khawatir, takut bepergian,” katanya.

Selain hotel, dampak virus corona juga turut dirasakan para nelayan yang biasa mengantarkan wisatawan melihat atraksi lumba-lumba di perairan Lovina.

Sebab selama ini, sebut Suardipa, wisatawan China lah yang paling banyak menikmati atraksi lumba-lumba tersebut.

“Wisatawan China yang datang dan menginap di Buleleng itu maksimal hanya dua hari. Mereka hanya mencari atraksi dan destinasi. Ini perlu adanya tambahan atraksi di Buleleng, sehingga waktu mereka untuk menginap di Buleleng bisa lebih lama,” terangnya.

Untuk mengatasi terjadinya penurunan jumlah kunjungan wisatawan ini, PHRI kini tengah berupaya menarik minat wisatawan nusantara, dengan menyuguhkan diskon paket wisata sebesar 30 hingga 50 persen, dan promo tiket pesawat untuk penerbangan domestik.

“PHRI pusat sedang berkoordinasi dengan Presiden melalui Menteri Pariwisata agar kita saling mengunjungi. Memanfaatkan wisatawan domestik. Jadi setiap daerah harus mengemas wisatanya masing-masing. Kami juga berharap di Bali ada program yang bisa dibantu oleh pusat. Seperti meeting-meeting besar, agar dilaksanakan di Bali,” tuturnya.

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com

No Comments

Post A Comment